Hadapi Harga Pangan yang Terus Naik, TP PKK Gowa Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan Rumah

GOWA 20 Sep 2026 18:16 3 min read 17 views By AF

Share berita ini

Hadapi Harga Pangan yang Terus Naik, TP PKK Gowa Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan Rumah
Kegiatan Edukasi dan Pelatihan Pemenuhan Pangan Keluarga yang digelar Pokja III TP PKK Gowa di Hotel Best Western Makassar, Sabtu (19/9/2026), dibuka Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah

GOWA, Zateranews.com — Kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok mendorong Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa mengajak masyarakat memperkuat ketahanan pangan keluarga dengan memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan mandiri.

 

Ajakan tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah, saat membuka kegiatan Edukasi dan Pelatihan Pemenuhan Pangan Keluarga yang digelar Pokja III TP PKK Gowa di Hotel Best Western Makassar, Sabtu (19/9/2026).

 

Menurutnya, pemanfaatan lahan pekarangan menjadi salah satu langkah sederhana namun efektif untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga.

 

"Sekarang semua harga naik. Kalau kita hanya mengandalkan beli di pasar, maka ekonomi keluarga akan berat. Solusinya adalah memanfaatkan pekarangan untuk ditanami sehingga bisa mengurangi pengeluaran rumah tangga," ujar Andi Tenri Indah.

 

Ia menegaskan, kader PKK memiliki peran strategis dalam mendampingi masyarakat dan membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui berbagai program pemberdayaan.

 

Gerakan Tanam Lima Komoditas

 

Dalam kesempatan itu, Andi Tenri Indah meminta seluruh Ketua TP PKK Kecamatan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan pekarangan rumah, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan.

 

Ia juga memperkenalkan tiga gerakan yang menjadi fokus TP PKK Gowa pascapelatihan tersebut.

 

Gerakan pertama adalah menanam lima jenis tanaman pangan di pekarangan rumah, yakni cabai, kangkung, bayam, jahe, dan serai yang diharapkan menjadi bagian dari konsep "Warung Hidup" keluarga.

 

Menurutnya, keberadaan tanaman tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari, tetapi juga menjadi langkah nyata membangun kemandirian pangan keluarga.

 

Dorong Pola Konsumsi Bergizi

 

Selain gerakan menanam, TP PKK Gowa juga mendorong penerapan pola konsumsi B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman) melalui edukasi kepada keluarga, khususnya ibu hamil dan menyusui.

 

Program tersebut dinilai penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.

 

"Edukasi ini juga tentang isi piringku, harus ada karbohidrat, protein, sayur dan buah," jelasnya.

 

Pangan Lokal Harus Bernilai Tambah

 

Gerakan ketiga yang didorong TP PKK Gowa adalah pengembangan pangan lokal berbasis nilai tambah ekonomi.

 

Masyarakat diharapkan tidak hanya menjual hasil pertanian dalam bentuk bahan mentah, tetapi mulai mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

 

Dengan cara tersebut, ketahanan pangan keluarga tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan konsumsi, tetapi juga dapat menjadi sumber tambahan pendapatan rumah tangga.

 

"Saya berharap dalam satu bulan ke depan semua sudah punya kebun PKK dan demplot P2L. Saya akan turun ke kecamatan untuk melihat langsung," tegas Andi Tenri Indah.

 

Bangun Kesadaran Ketahanan Pangan

 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gowa, Syamhari Rasyid, mengapresiasi langkah TP PKK Gowa yang dinilai aktif mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketahanan pangan.

 

Menurutnya, pangan merupakan sektor strategis yang membutuhkan perhatian berkelanjutan dari pemerintah dan masyarakat.

 

"Oleh karena itu kami dari Dinas PMD mengapresiasi kegiatan ibu-ibu Tim Penggerak PKK yang mampu memfasilitasi dan memberikan wadah seperti ini untuk memikirkan tentang pangan kita," ujarnya.

 

Syamhari juga mengajak masyarakat untuk mulai mengonsumsi pangan secara bijak, tidak berlebihan, serta mampu melihat potensi lingkungan sekitar yang dapat dikembangkan menjadi sumber pangan keluarga.

 

"Mulailah mencari potensi-potensi yang bisa menghasilkan dan bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga kita," pungkasnya.

 

Melalui program ini, TP PKK Gowa berharap budaya menanam di pekarangan rumah kembali tumbuh di tengah masyarakat sehingga ketahanan pangan keluarga semakin kuat, sekaligus membantu menekan dampak kenaikan harga kebutuhan pokok. (*)

Zatera News