Buka Lomba Paskibra se-Sulsel, Wabup Gowa Tekankan Pembentukan Karakter Pelajar

GOWA 20 Sep 2026 18:36 3 min read 15 views By FZ

Share berita ini

Buka Lomba Paskibra se-Sulsel, Wabup Gowa Tekankan Pembentukan Karakter Pelajar
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, membuka lomba Paskibra "The Greatest Chapter 5" tingkat SMP/MTs dan SMA/MA/SMK se-Sulawesi Selatan yang digelar Pengurus Paskibra Unit 201 UPT SMK Negeri 1 Gowa di SMP Negeri 1 Bajeng, Kecamatan Bajeng, Minggu (20/9/2026).

GOWA, ZateraNews.com — Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menegaskan bahwa kegiatan Paskibra bukan sekadar ajang unjuk kemampuan baris-berbaris, tetapi menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kedisiplinan generasi muda yang akan menentukan masa depan daerah dan bangsa.

 

Pesan itu disampaikan saat membuka lomba Paskibra "The Greatest Chapter 5" tingkat SMP/MTs dan SMA/MA/SMK se-Sulawesi Selatan yang digelar Pengurus Paskibra Unit 201 UPT SMK Negeri 1 Gowa di SMP Negeri 1 Bajeng, Kecamatan Bajeng, Minggu (20/9/2026).

 

Menurut Darmawangsyah, para peserta yang hadir merupakan pelajar pilihan yang telah mendapat kepercayaan dari sekolah masing-masing. Karena itu, momentum kompetisi harus dimanfaatkan untuk memperkaya pengalaman, memperluas relasi, dan belajar dari peserta lain yang berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

 

Bukan Sekadar Lomba Baris-Berbaris

 

Darmawangsyah menilai kegiatan tahunan tersebut memiliki nilai lebih karena mampu menanamkan disiplin, tanggung jawab, kekompakan, sportivitas, serta kemampuan memimpin sejak usia sekolah.

 

"Kegiatan tahunan ini sangat baik. Kita berharap tahun mendatang akan lebih baik lagi. Saya ucapkan selamat bertanding kepada anak-anakku semua. Semoga di momen ini kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran yang maksimal dari kegiatan ini," ujarnya.

 

Ia mengingatkan para peserta agar tidak hanya berfokus pada hasil akhir perlombaan. Menurutnya, proses yang dilalui selama kompetisi jauh lebih penting sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

 

"Jadikan momen ini sebagai pijakan hidup yang jauh lebih baik ke depannya. Di pundak kalian kami menitipkan masa depan daerah dan bangsa," tegasnya.

 

Diikuti 21 Kontingen dari Berbagai Daerah

 

Kepala UPT SMK Negeri 1 Gowa, Muchlis Jufri, mengungkapkan rasa syukur karena The Greatest Chapter kembali terlaksana dan kini memasuki tahun kelima penyelenggaraan.

 

Ia menjelaskan, lokasi kegiatan yang semula direncanakan berlangsung di SMK Negeri 1 Gowa akhirnya dipindahkan ke SMP Negeri 1 Bajeng.

 

"Alhamdulillah kita bisa berkesempatan hadir di tempat ini untuk bersilaturahmi bersama. Kami juga memohon maaf, sedianya kegiatan ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Gowa, namun kemudian kami pindahkan ke SMP Negeri 1 Bajeng," katanya.

 

Muchlis menyebutkan, pada pelaksanaan tahun ini sebanyak 21 kontingen ambil bagian, terdiri dari sembilan kontingen tingkat SMA dan 12 kontingen tingkat SMP dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

 

Ia berharap seluruh peserta menjadikan kompetisi tersebut sebagai sarana mempererat silaturahmi antarsekolah sekaligus menjaga sportivitas.

 

"Kami harapkan dalam kebersamaan ini tetap menjaga kekompakan dalam kegiatan silaturahmi antarsekolah dan tetap menjaga sportivitas. Jangan kecewa jika dalam lomba ada yang kalah, karena setiap kompetisi pasti ada yang menang dan kalah," ujarnya.

 

Menyiapkan Generasi Indonesia Emas 2045

 

Senada dengan itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Gowa, Firdaus, menilai tingginya antusiasme pelajar mengikuti kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Paskibra masih menjadi wadah penting dalam membangun karakter dan jiwa kepemimpinan generasi muda.

 

Ia mengingatkan bahwa para pelajar saat ini merupakan generasi yang akan mengisi Indonesia Emas 2045. Karena itu, mereka harus mempersiapkan diri dengan kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual yang seimbang.

 

"Para calon pemimpin masa depan ada di tangan anak-anakku sekalian. Tahun 2045 adalah tahun Indonesia Emas. Anak-anakku yang memulai ini dengan membekali diri. Siapkan sikap kepemimpinan yang intelektual, emosional dan spiritual. Jika ketiga ranah tersebut dikuasai, insyaallah dapat menjadi pemimpin masa depan bagi daerah dan bangsa kita," kata Firdaus.

 

Melalui The Greatest Chapter 5, para peserta tidak hanya berkompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga mendapatkan ruang untuk membangun pengalaman, memperluas jejaring pertemanan, mengasah kemampuan bekerja sama, serta memperkuat karakter kepemimpinan dalam suasana kompetisi yang sehat. (*)

Zatera News